Ops Bina Karuna 2019 Bhabinkamtibmas dan Babinsa Amuntai Utara Kompak Sosialisasikan Bahaya Karhutla

Polres Hulu Sungai Utara – Polsek Amuntai Utara, bentuk kegiatan Operasi Bina Karuna Th. 2019 Polsek jajaran Polres HSU gencar melaksanakan Sosialisasi bahaya kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagaimana yang dilaksanakan Kapolsek Amuntai Utara Ipda Rahmad Ramadhani, S.H didampingi Bhabinkamtibmas Aipda Ferry A. P dan Bripka Hadi W serta melibatkan Babinsa Koramil Amuntai Utara Serma M. Salim, Serda Edy juga Kopka Suwono di Desa Tambak Saripanji Kec. Haur Gading Wilkum Polsek Amuntai Utara Kab. HSU, Rabu (17/07/2019) 10:00 Wita.

Tindak lanjut dalam kegiatan Ops Bina Karuna dan memasuki pertengahan tahun 2019 ditandai dengan musim kemarau dibeberapa daerah, hal itu diperkirakan dapat menyebabkan lahan menjadi kering dan mudah terbakar. Menyikapi hal tersebut Kapolsek Amuntai Utara Ipda Rahmad Ramadhani. S.H turun langsung pimpin patroli ke Pos Pantau Karhutla di desa Tambak Saripanji Kec. Haur Gading wilayah hukum Polsek Amuntai Utara Kab. HSU.

“Melalui sinergitas kekompakan Bhabinkamtibmas dan Babinsa berpatroli ke Pos Pantau serta sampaikan himbauan bahaya Karhutla kepada warga binaan di desa Tambak Saripanji. ” Karhutla merupakan permasalahan yang menjadi atensi bersama,” ujar Kapolsek.

Tidak hanya itu, untuk mengantisipasi karhutla diperlukan kerjasama dari masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar yang dapat menimbulkan kabut asap serta dampak lainnya dari pembakaran lahan tersebut. “Pihak TNI-Polri saat ini menilai penting untuk melakukan sosialisasi dan edukasi tentang larangan dan bahaya kebakaran lahan kepada masyarakat,” katanya.

Lebih rinci Kapolsek menuturkan bentuk dari sosialisasi itu dilakukan dengan pemasangan spanduk-spanduk di beberapa titik dan melakukan patroli secara rutin. “Selain spanduk saya juga sudah berkoordinasi dengan aparatur desa setempat untuk mensosialisasikan bahaya dan ancaman serta sangsi hukuman bagi siapa saja yang kedapatan dengan sengaja melakukan pembakaran lahan,” lanjutnya.

Kapolsek juga menegaskan bahwa pelaku pembakar lahan dapat dikenakan sangsi hukum “Bagi warga yang dengan sengaja membakar hutan dan lahan akan dijerat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup. Pada Pasal 108 menyebutkan, seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar dikenakan sanksi minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun serta denda maksimal Rp 10 miliar,” Tegas Kapolsek.

Karena sambungnya, dampak yang ditimbulkan akibat asap dari Karhutla dapat menggangu Ekosistem manusia dan lingkungan. “Selain menggangu Kesehatan bagi masyarakat, juga bisa berefek pada perekonomian daerah yang akhirnya berdampak kepada skala nasional, sehingga masyarakat diharapkan tidak membuka lahan dengan cara dibakar.” Tutupnya

Penulis : Tri Ops

Editor   : Alam Saktiswara

Publish : H. Ahmad

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 1 =