Hari Terakhir Operasi Patuh Intan 2020 Polres HSU Laksanakan Dengan Sistem Hunting

Polda Kalsel – Polres Hulu Sungai Utara (HSU), Operasi Patuh Intan 2020 Polres HSU memasuki hari terakhir yang mana Satuan Lalu Lintas Polres HSU melaksanakannya dengan sistem “Hunting” atau mencari titik rawan pelanggaran lalu lintas diantaranya di Bundaran Kota Amuntai, Simpang 4 Lambung Mangkurat, Simpang 4 Paliwara, Simpang 4 Banua Lima dan Simpang 4 Palampitan

Sementara 7 pelanggaran yang menjadi focus road safety adalah :

  • Menggunakan HP saat mengemudi
  • Tidak menggunakan helm
  • Mengendara saat mabuk
  • Pengendara dibawah umur
  • Melanggar batas kecepatan
  • Melawan arus
  • Tidak memakai Sabuk pengaman saat mengemudi, “

Kapolres HSU AKBP Pipit Subiyanto, S.I.K,.M.H melalui Kasat Lantas Polres HSU AKP Sabilal Mahmud menjelaskan, sistem tersebut diterapkan sebagai bagian dari penerapan protokol kesehatan selama operasi, sebab, pelaksanaan Operasi Patuh Intan 2020 dilaksanakan dalam situasi pandemi Covid-19.

“ Selama Ops Patuh Intan 2020 ini dilaksanakan, semua anggota kita tetap mematuhi protokol kesehatan dan masyarakat penggendara pun demikian, ” tutur Akp Sabilal “

Sampai saat hari terakhir ini, ” kata Sabilal ” pelaksanaan Operasi Patuh Intan 2020 tingkat Polres HSU digelar dibeberapa titik rawan pelanggaran lalu lintas di daerah Hukum Polres HSU, ” ujar AKP Sabilal Mahmud “

“Kalau sudah dirasa berkurang pelanggarannya akan pindah lagi, Jadi akan mencari yang sekiranya akan banyak pelanggaran,” katanya.

Lebih lanjut, AKP Sabila memastikan personel yang melaksanakan Operasi Patuh Lodaya 2020 akan tetap mengedepankan protokol kesehatan mengingat operasi ini dilaksanakan di masa pandemi copid -19

“Kelengkapan anggota juga dari sarung tangan dan masker juga dipakai,” imbuhnya.

Operasi Patuh Intan merupakan agenda rutin Kepolisian Lalu Lintas selama 14 hari sejak 23 Juli hingga 5 Agustus 2020, dimana di hari terakhir pelaksanaan operasi yang dilaksanakan dengan tindakan Tilang sebanyak 173 Perkara dengan di dominasi pelanggaran tanpa Helm 61 perkara, melawan arus 37, pengendara dibawah umur 17 lain lainnya 58 perkara (diluar pelanggaran prioritas), sementara jumlah teguran 389, ” beber AKP Sabilal Mahmud “

” Sedangkan untuk jumlah teguran sebanyak 389, ” tutup AKP Sablilal Mahmud “

Penulis : Alam Saktiswara
Editor : F. Ross
Publish : Hadi

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 + 6 =