Pelaku Hipnotis Dibekuk Usai 8 Jam Beraksi


Dua perempuan yang didua pelaku aksi hipnotis berhasil dibekuk Unit Jatanras Polres HSU dan Unit Jatanras Polres Tabalong, Jumat (12/4/2019) sekitar pukul 17.30 wita.

Keduanya, Mega Triana alias Mega (48), mengaku warga Jalan Pangeran Gang Rahman Kayutangi Banjarmasin dan Elyestiana alias Elis (45), warga Jalan Mahatkasan Kompleks Kanaungan Jaya 2, Kuripan, Banjarmasin.

Para pelaku ini diduga telah melakukan tindak pidana tipu gelap dengan cara hipnotis atau gendam Jumat (12/4/2019) sekitar pukul 09.00 Wita, di warung korban Komp CPS Blok H Kelurahan Sungai Malang, Amuntai Tengah, HSU.

Dalam aksinya ini kedua pelaku berhasil mengerjai korbannya, Misrukiah (54) yang harus kehilangan 50 gram emas dan uang Rp. 26 juta atau total kerugian mencapai Rp.55.250.000.

Namun belum satu kali 24 jam setelah beraksi atau tepatnya sekitar 8 jam setelah beraksi, kedua pelaku berhasil diamankan saat berada di Jln A Yani, Mabuun Tabalong.

Informasi didapat, kejadian ini diawali dari para pelaku yang ingin membeli permen di toko korban dan sebelum itu pelaku langsung masuk ke dalam warung.

Pelaku juga mengajak ngobrol korban dengan dalih mau membeli rumah di sekitar rumah korban.

Barang bukti yang disita Unit Jatanras Polres HSU dan Unit Jatanras Polres Tabalong usai menangkap dua perempuan yang diduga pelaku aksi hipnotis, dengan cara merajah tangan korban.

Diduga saat itu pelaku sudah mulai menghipnotis korban setelah bersalaman dan mengusapkan tangannya ke kepala sampai ke kaki korban.

Barang berharga yang didapat pelaku adalah perhiasan berupa gelang emas seberat 50 gram, yang saat itu dipakai korban.

Di awali dengan menyuruh korban mengambil toples, beras, air dan gula. Dimana kemudian gula tersebut di campur dengan air ke dalam toples

Setelah itu pelaku meminta korban untuk meletakkan gelang emasnya ke dalam toples berisi air gula.

Korban yang sudah tidak sadar terus menuruti perintah pelaku dan oleh pelaku emas tersebut dimasukan ke dalam botol teh pucuk yang masih berisi yang selanjutnya dimasukan kedalam tas pelaku.

Setelah mengambil gelang emas korban, pelaku kemudian juga berhasil membuat korban menyerahkan uang sebanyak Rp. 26 juta.

Merasa sudah berhasil mendapatkan emas dan uang, para pelaku pun kemudian meninggalkan korban, setelah kembali mengusapkan tangannya ke kepala sampai ke kaki korban.

Tak berapa lama setelahnya korban baru menyadari bila dirinya telah kehilangan emas dan uang dengan total kerugian sekitar Rp.55.250.000. Kejadian itupun kemudian dilaporkan korban ke Polres HSU.

Laporan ini pun direspon dengan cepat oleh jajaran Polres HSU dengan melakukan penyelidikan dan akhirnya bisa melakukan penangkan terhadap pelaku pada sore harinya sekitar pukul 17.30 wita.

Penangkapan dilakukan Unit Jatanras Polres HSU dan Unit Jatanras Polres Tabalong, saat kedua pelaku berada di depan Bank BNI di Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Tabalong.

Kapolres HSU AKBP Ahmad Arif Sopiyan melalui KBO Reskrim, Ipda Riyanda Putra Utama, dikonfirmasi, membenarkan berhasil melakukan pengungkapan kasus tipu gelap dengan cara hipnotis atau gendam.

“Kurang dari 24 jam pelaku berhasil dibekuk,” katanya.

Dalam penangkapan terhadap kedua pelaku diamankan juga barang bukti berupa gelang emas 50 gram, beberapa ATM dan buku tabungan, kembang, spidol, botol teh pucuk, Hp Samsung warna putih dan kerudung warna hitam.

Sementara itu jug diketahui dalam melakukan aksinya pelaku menggunakan sarana berupa mobil Toyota Calya berwarna putih.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen + twelve =