Polres HSU bekerjasama dengan Satgaswil Kalsel Densus 88 Anti Teror Polri Gelar Workshop Wawasan Kebangsaan

Dalam rangka mencegah aksi terorisme di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, Polres HSU bekerjasama dengan Satgaswil Kalsel Densus 88 Anti Teror Polri menggelar kegiatan Workshop wawasan kebangsaan bertempat di aula Jananuraga polres HSU. Rabu, (15/06/2022) Siang

Kegiatan diikuti seluruh pejabat utama Polres HSU, Perwira, para Kapolsek, Bintara dan ASN Polres HSU.

Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan, S.IK.,M.H. melalui Wakapolres HSU Kompol M. Irfan, S.H.,M.H. dalam sambutannya mengucapkan selamat datang di Polres HSU dan menyambut baik dengan kedatangan Satgaswil Kalsel Densus 88 Anti Teror Polri dalam pelaksanaan kegiatan Workshop ini.

Kasatgas Wilayah Kalsel Densus 88 Polri Kombes Pol Surya Putra Mustika, M.K dalam kegiatan Workshop wawasan kebangsaan menyampaikan Garda depan memerangi Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme di Indonesia adalah para tokoh agama melalui pengawasan Kemenag dan Polri.

“Saat ini kita ketahui bibit-bibit radikal sudah merebak di berbagai kalangan, sehingga dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat mencegah adanya terorisme di Kalsel serta bagaimana nantinya mengedukasi masyarakat agar memiliki pengetahuan tentang apa itu radikalisme, apa itu intoleransi, apa itu terorisme dan bagaimana pencegahannya,” ucap Kombes Pol Surya.

Adapun Indikator Intoleran dan Radikal diantaranya idak mengikuti Pancasila debagai dasar negara, tidak sepakat dengan konsep UUD 1945, Tidak mengakui NKRI dan menentang Bhineka Tunggal Ika.

Wawasan Kebangsaan adalah adalah cara pandang bangsa indonesia yang telah menegara tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang serba terhubung (melalui interaksi & interrelasi di lingkungan nasional, regional, serta global”, tuturnya. Diharapkan dengan dilaksanakannya kegiatan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi personil Polres HSU karena pencegahan penyebaran paham radikalisme merupakan tanggung jawab bersama, semua pihak harus berperan aktif dalam mencegah menularnya paham-paham berbahaya ini di tengah masyarakat.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight − one =